Informasi

Kajian Tasawuf Mengenal Diri Agar Kita Mengenal Allah

Published on

Kajian Tasawuf Mengenal Diri Agar Kita Mengenal Allah – Nyatanya, kita bukanlah orang yang melihat diri kita saat ini dengan mata di kepala kita, tetapi DIRI kita yang SEJATI, yang terlihat melalui mata pelihat yang akan menjawab pertanyaan di alam kubur.

DIRI KITA YANG SEJATI adalah wujud ruh atau jiwa kita (al-Nafs) yang dapat dilihat melalui mata kasyaf yang dibuat dengan menjalankan perintah atau perintah Tuhan.

Kajian Tasawuf Mengenal Diri Agar Kita Mengenal Allah

Mengenai fungsi ruh atau ruh (al-Nafs), Imam Al Ghazali membaginya menjadi dua macam pengertian, yaitu dari segi materi (jiwa hewani) dan kedua dari segi materi (manusia). jiwa).

Jalan Menuju Allah

Pertama, jiwa adalah organ tubuh yang bertindak sebagai penggerak dan kekuatan kesadaran, dan kedua, jiwa adalah nafs natiqah, yang memiliki kekuatan praktis dan teoretis.

Hubungan antara kedua jenis jiwa ini (al-Nafs) disebut juga dengan ilham (ilmu mukasyaf), yang membuka tabir sifat hubungan antara keduanya.

Mereka bertanya kepadanya, mengatakan: Siapa Tuhanmu? Dia menjawab, “Eh..eh..eh.. saya tidak tahu.” Mereka bertanya lagi, “Apa agamamu?” Dia menjawab, “Eh..eh..eh.. saya tidak tahu.”

Setelah itu, terdengar suara dari surga berkata, “Jika kamu benar-benar berbohong, bukalah tempat tidur api neraka dan bukakan untuknya pintu gerbang yang menuju ke neraka.”

Pesan Tasawuf Dari Mimbar Jum’at

Saat pintu terbuka, panas dan racun langsung masuk ke tubuhnya dan kubur menyusut, menekan tubuhnya hingga tulangnya roboh.

Pria itu berkata kepadanya: Kamu beruntung dengan apa yang menghancurkanmu; Hari ini adalah hari kesengsaraanmu yang dijanjikan oleh Tuhan!”

Orang yang meninggal dalam pemberontakannya ini bertanya, “Siapa kamu?” Wajahmu sangat jelek. Dia menjawab, “AKULAH perbuatan jahatmu”.

Terdengar suara dari surga berkata, “Jika hambaku ini benar, bentangkan (karpet) di surga, berikan dia pakaian dari surga, dan bukakan untuknya gerbang yang menuju ke surga.” Kemudian ruh orang mukmin kembali ke badannya dan bau kemenyan nya, kemudian kuburnya meluas sampai ke mata.

Cara Mengenal Allah Dalam Islam, Lengkap Dengan Dalilnya

Berikutnya datang seorang pria tampan yang berpakaian bagus dan wangi. Dia berkata, “Berbahagialah dengan apa yang membuatmu bahagia. Ini adalah hari kebahagiaanmu yang dijanjikan oleh Tuhan.” Orang beriman itu bertanya, “Siapa kamu? Wajahmu sangat cantik.” Dia menjawab, “Aku AMAL SHOLEH-mu.”

Contoh hadits yang memuat berita tentang hakikat ruh atau ruh (al nafs) orang yang durhaka dan berita tentang hakikat ruh atau ruh (al nafs) seorang mukmin sebagaimana dimuat dalam Musnad Ahmad 17803 yang dapat dibaca online di http://hadits.in/Ahmad/17803

Maka orang yang wajahnya jelek, pakaiannya jelek, dan baunya busuk serta berkata, “Aku adalah perbuatanmu yang jahat”, adalah sejenis ruh atau jiwa (al nafs) dari orang yang durhaka yang nantinya akan menerima hukuman neraka. kuburan. di ALAM BARZAKH (ruang tunggu) yang lebih panjang dari TANAH sampai hari kiamat.

Sementara Anda adalah pria tampan yang berpakaian bagus dan berbau harum serta berkata, “Aku adalah karya kesalehanmu,” dia adalah tipe ruh orang beriman dan karya kesalehan yang nantinya akan menjadi WARGA SURGA.

Derita, Jalan Menuju Hakikat Hidup Sejati

Jadi ruh atau jiwa (al nafs) yang diciptakan dalam diri manusia yang sempurna setara dengan tubuh yang paling baik, yaitu mereka yang mampu mengatasi nafsu binatang atau nafsu setan.

Ulama Kasyaf Tuhan menyebut dunia fisik ini sebagai alam nasut (dunia fisik/dunia mulk), dunia yang dapat kita lihat dan raba, kita dapat menggunakan indera kita untuk melihatnya.

Sedangkan ruh atau jiwa (al nafs) dalam alam metafisik tidak terikat oleh ruang dan waktu.

Sifat ruh atau jiwa kita (al nafs), berada di alam malakut, tidak dapat dilihat dengan mata jasmani kita.

Ilmu Al Qur’an (1): Mengenal Ushul At Tafsir, Sejarah Dan Perkembangannya

Ruh atau jiwa (al nafs) adalah bagian dalam diri kita. Itu hanya bisa dilihat dengan mata batin (ain bashirah).

Ada sebagian orang yang dapat melihat sifat ruh atau jiwa (al nafs) dirinya atau orang lain.

Mereka dapat mencari di bawah tanah. Kemampuan tersebut diperoleh karena mereka telah melatih mata batinnya melalui dua pilihan, yaitu kultivasi diri atau riyad ruhani (tazkiyatun nafs) atau atas karunia Allah Ta’ala (al-mawahib al-rabbaniyyah).

Suatu hari Abu Bashir berada di Masjid A-Haram. Ia terharu melihat ribuan orang mengitari Ka’bah mendengarkan tahlil, tasbih dan takbir. Pikirkan betapa beruntungnya orang-orang ini. Mereka pasti akan menerima pahala dan pengampunan Tuhan.

Pdf) Mengenal Tasawuf Rasulullah

Imam Ja’far Al-Sadiq radiyallahu ‘anhu, seorang ulama besar dari garis keturunan cucu Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menyuruh Abu Bashir untuk menutup matanya. Imam Ja’far menyeka wajahnya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia terkejut. Di sekitar Ka’bah dia melihat banyak binatang yang berbeda mengerang, melolong, mengaum. Imam Ja’far berkata: “Berapa banyak dari mereka menangis atau menjerit; sedikit yang haji.”

Yang pertama kali dilihat Abu Bashir (first sight) adalah bentuk tubuh manusia. Apa yang dilihat kedua kali (penglihatan kedua) adalah sifat ruh atau jiwa mereka (al nafs).

Seperti tubuh, jiwa memiliki banyak bentuk: buruk atau baik; Baunya juga berbeda: busuk atau manis.

Manifestasi jiwa sangat berbeda dengan manifestasi tubuh. Adapun wajah luarnya, kita dapat mengatakan bahwa wajahnya terlihat seperti binatang, tetapi jelas bukan binatang. Roh bisa berbentuk binatang – babi atau monyet.

Jual Suluk Dan Tarekat Jalan Mengenal Dan Mendekatkan Diri Kepada Allah Nur Khalik Ridwan.

Firman Allah Ta’ala artinya: “Katakanlah: Izinkan saya memberi tahu Anda tentang orang-orang yang keadaannya lebih buruk di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah, di antara mereka adalah orang-orang yang keadaannya lebih buruk. .” giliran monyet dan babi dan pemuja Thagut? Mereka lebih buruk dan lebih tersesat di jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah [5]: 60)

Imam Al-Ghazali menulis: ‘Al-Khuluq dan Al-Khalq keduanya digunakan. Misalnya, Zibani-bani memiliki khulq dan khalq yang indah – yaitu cantik secara lahiriah dan batiniah. Khalq berarti bentuk fisik dan khuluq berarti bentuk batin. Karena manusia membentuk tubuh yang dilihat oleh mata luar, dan jiwa yang dilihat oleh mata batin. Keduanya memiliki penampilan dan bentuk yang jelek sekaligus indah. Jiwa yang dapat dilihat dengan mata batin lebih kuat daripada tubuh yang dapat dilihat dengan mata luar. Karena itu Tuhan memuliakan jiwa dengan menyatakan bahwa itu berasal dari-Nya.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, Aku menciptakan manusia dan bumi. Setelah mencapai ini, saya menghembuskan semangat saya ke dalamnya; dan bersujudlah kepadanya.” (QS. Shaad [38]:71-72).

Khuluq – dalam bahasa Arab – berarti tingkah laku. Jiwa kita menjadi indah dengan perilaku yang baik dan menjadi buruk dengan perilaku yang buruk.

Khutbah Jumat: Mengenal Allah

Dalam teori akhlak Al-Ghazali, orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya akan memiliki jiwa berbentuk babi; mereka yang cemburu dan pendendam akan memiliki roh binatang; orang yang selalu mencari alasan untuk membenarkan kemaksiatannya akan memiliki roh berwujud setan (monster) dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk memperindah jiwa kita, kita harus melatih akhlak yang baik. Memperkuat spiritualitas kita berarti memperindah nilai-nilai moral kita.

Kita bisa menyelesaikannya dengan doa saat kita bercermin. “Allahumma kama ahsanta khalqi fa hassin khuluqi.” (Ya Allah, sebagaimana Engkau memperindah tubuhku, demikianlah memperindah karakterku)

Jadi Penghuni Surga adalah para pecinta Allah (Wali Allah) dengan kedekatan maqom (manzilah, langkah) mereka masing-masing di sisi Allah Ta’ala, berkumpul bersama Rasulullah ketika mereka memasuki ALAM BARZAKH. ruang tunggu) lebih lama dari COUNTRY.

Siapakah Diri Sejati

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, dia akan bersama orang-orang yang dirahmati Allah, yaitu: para nabi, para shiddiqin, orang-orang beriman dan orang-orang saleh. Dan mereka adalah sahabat-sahabat yang paling baik.” (QS An Nisaa [4]: ​​​​​​​​​​​69)

PARA PENGHUNI SURGA ketika memasuki ALAM BARZAKH (ruang tunggu) yang lebih panjang dari ALMA BUMI, menerima kasih sayang dari Allah Ta’ala berupa rezeki atau rahmat dari Allah sebagai para syuhada tetap hidup menurut Allah Ta’ala . Sayang.

“Dan janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang jatuh di jalan Allah (bersaksi), (bahwa) mereka telah mati; bahkan jika mereka hidup, kamu tidak mengerti. (QS Al Baqarah [2]: 154)

“Jangan mengira bahwa mereka yang telah jatuh di jalan Allah (martir) sudah mati; dan mereka hidup menurut Tuhan mereka dengan penghidupan. (QS Ali Imran [3]: 169)

Mengenal Bisikan Dalam Jiwa

Imam al-Baihaqi membahas karya kehidupan para nabi. Dalam kitab Dalailun Nubuwwah dia berkata: “Para nabi tetap bersama Tuhannya sebagai syahid.” Al-Baihaqi mengutip sebuah hadits dari Anas ra: Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, berkata: “Sesungguhnya, para Nabi tidak ditinggalkan di kuburan mereka setelah empat puluh malam, tetapi mereka berdoa di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’ala sampai Diriwayatkan Sufyan dalam al-Jama’, dia berkata: “Syekh kami berkata, atas otoritas Sa’idbin al-Musayyab, dia berkata, “Tidak ada Nabi yang tinggal di kuburnya lebih dari empat puluh malam, kemudian dia dibangkitkan.”

Pada ritus Mi’raj, Rasulullah sallallahu alayhi wasallam bertemu dengan para nabi sebelumnya yang merupakan warga surga.

Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya damai, berkata: “Kami melanjutkan perjalanan kami sampai kami mencapai enam langit, kemudian saya bertemu Nabi Musa dan menyapanya.” Dia segera menjawab saya: ‘Selamat datang, saudara dan nabi yang saleh.’ Ketika saya meninggalkannya, dia terus menangis. Kemudian mereka bertanya kepadanya: ‘Apa yang membuatmu sedih? dia menjawab: “Ya Tuhanku! Dia mengirim orang ini untuk mengejar saya, tetapi lebih banyak orangnya yang akan masuk surga daripada saya. (HR Muslim 238)

PENGHUNI SURGA Seperti yang diriwayatkan oleh Rasulullah dalam riwayat di atas ketika penampakan fatamorgana dialami saat sholat, karena penghuni Surga selalu ingat dan mengingat Allah.

Jual Suluk Dan Tarekat

Firman Allah Azza wa Jalla artinya: “Segala yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (QS Al Hadid [57]:1)

PARA PENGHUNI SURGA juga bisa menjadi saksi dan mengetahui hamba-hamba kekasih Allah di bumi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya penduduk langit mengenal penduduk bumi yang selalu mengingat dan mengingat Allah seperti bintang-bintang yang bersinar di langit. .”

Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an dalam ayat: “Karena

Ilmu tasawuf mengenal diri, bagaimana cara kita mengenal allah, kaji diri mengenal allah, cara mengenal diri dan allah, cara kita mengenal allah, mengenal diri dan allah, mengenal diri mengenal allah, bagaimana kita mengenal allah, tasawuf mengenal diri, cara mengenal diri dalam ilmu tasawuf, kita mengenal allah melalui, ilmu tasawuf mengenal jati diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 KANHA MEDIA