Informasi

Desa Wae Rebo Terletak Di Pulau

Published on

Desa Wae Rebo Terletak Di Pulau – WAE Rebo masih menjadi nama kota yang agak asing bagi wisatawan. Namun, desa di negara bagian NTT (Nusa Tenggara Timur) ini memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Desa Wisata Way Rebo merupakan salah satu dari tiga desa besar Indonesia yang mewakili Indonesia di ajang ‘Desa Wisata Terbaik’ atau World’s Best Tourism Village Award yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Tourism Organization (UNWTO). Dinas Khusus Pariwisata.

Desa Wae Rebo Terletak Di Pulau

Desa Way Rebo adalah surga di atas awan. Dibutuhkan banyak usaha untuk sampai ke kota ini. Perjalanan panjang untuk mencapai kota ini terbayar setelah mencapainya.

Solo Traveling Ke Wae Rebo (overland Flores Part 6)

Lantas, apa saja keunggulan dan daya tarik Desa Wisata Weyrebo? Berikut ulasan lengkapnya, dilansir dari berbagai sumber.

Desa Wisata Way Rebo terletak di pegunungan terpencil Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Manggarai, Kecamatan Satar Mees Barat, Desa Satar Lenda, 1000 meter di atas permukaan laut, dihiasi dengan kabut tipis setiap pagi. Kabut tipis ini turun dari perbukitan di sekitarnya dan menyelimuti seluruh kota dalam kabut yang sejuk.

Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi (Menparekraf) RI, kesulitan menjangkau desa tersebut dalam satu kali kunjungan.

“Butuh banyak kerja keras untuk datang ke kota yang indah ini. Sandiaga Uno mengatakan, “Tempat wisata ini sangat sulit dijangkau karena hanya 4-5 jam dengan mobil, tetapi Anda harus berjalan 5 km di bebatuan dan jalan licin.”

Overland Trans Flores (day 5)

Rumah adat Mbaru Niang di desa Wei Revo dianggap sebagai bangunan rumah tangga yang langka di pegunungan tinggi. Rumah adat ini berbentuk seperti lumbung mengerucut dan hanya terdiri dari 7 buah.

6-8 rumah tangga tinggal dalam satu rumah. Bangunan Mbaru Niang beratap daun lontar dan lima lantai dilapisi tekstil. Setiap wisatawan atau tamu yang berkunjung betah berlama-lama di Mbaru Niang yang ditawarkan secara khusus.

Ketika Anda mengunjungi Way Rebo, penduduk setempat menyajikan kopi Flores sebagai minuman selamat datang di Mbaru Niang. Dan bagi yang ingin bermalam, Mbaru Niang menyediakan selimut dan bantal sementara.

Daya tarik wisata lainnya dapat dilihat pada pemandangan yang sangat indah. Rerumputan hijau yang dikelilingi pegunungan berkabut adalah pemandangan yang bisa Anda nikmati di Wayrebo.

Wae Rebo Ntt, Rasakan Liburan Ethnic Desa Di Atas Awan

Ada juga mata air murni dari pegunungan yang digunakan penduduk desa untuk mandi, mencuci, dan minum setiap hari. Mata air ini dikenal dengan sebutan Sosor, yang ada dua jenis yaitu Sosor jantan dan Sosor betina.

Hal unik lainnya yang bisa dilihat di Desa Way Rebo adalah keberadaan Bima Sakti atau kumpulan bintang yang bertebaran di langit. Dikombinasikan dengan pencahayaan remang-remang dari rumah-rumah di sekitar Niang, Anda serasa berada dalam mimpi.

Penduduk desa Way Rebo merayakan upacara adat Penti untuk menghargai panen tahun ini dan untuk merayakan persatuan dan perlindungan. Festival ini diadakan pada bulan November setiap tahun. Di akhir upacara, penduduk desa mengenakan pakaian tradisional dengan ornamen.

Mereka yang tertarik untuk mengunjungi desa disarankan untuk mempertimbangkan rencana perjalanan yang tepat untuk menghadiri upacara tradisional ini secara langsung.

Desa Wae Rebo, Lokasi, Kegiatan Penduduk & Tips

Rencanakan perjalanan ke Desa Weyrebo bersama Pak Aladdin. Mulai dari Rp 2.082.512 Anda sudah bisa mengunjungi Desa Way Rebo selama 4 hari 3 malam dan menikmati atraksi, pemandu, transportasi, hotel, makan, kopi Flores reguler dan banyak lagi. Informasi lengkap tentang wisata ini dapat ditemukan di www.misteraladin.com/explore/product/4h3m-tur-wae-rebo-dan-kelimutu-dari-labuan-bajo Kota Warevo di Flores terletak. 1.200m di atas permukaan laut seperti surga di atas awan. Way Rebo adalah sebuah desa adat yang terletak di sebuah desa terpencil di Kabupaten Manggarai di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lanskap alam berbentuk gunung dan 7 rumah tradisional berbentuk kerucut memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung ke Desa Weyrebo. Pada Agustus 2012, UNESCO menetapkan Wayrebo sebagai Situs Warisan Dunia bersama dengan 42 negara.

Simpan dan baca sampai habis jika ingin berkunjung ke Desa Way Rebo. Berikut ringkasannya.

Desa Way Rebo terletak di sebuah desa kecil dan terpencil yang terkenal dengan rekonstruksi rumah tradisional Mbaru Niang berdasarkan semangat kemitraan masyarakat menuju tradisi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan desa. Seluruh lokasi Desa Way Rebo berada di Kabupaten Mangarai di Nusa Tenggara Timur.

Pesona Desa Wae Rebo, Surga Di Tanah Flores

Penduduk desa Way Rebo masih memiliki keturunan Minangkabau. Konon ada seorang pribumi Minangkabau bernama Empo Marora yang melakukan perjalanan dari Pulau Sumatera ke Labuan Bajo pada masa lalu. Setelah berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, akhirnya ia memutuskan untuk menetap di kampung adat Way Rebo.

Desa ini hanya memiliki 7 rumah tradisional berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Ini adalah simbol utama dari Way Rebo. Rumah adat Mbaru Niang disusun mengelilingi batu bulat yang disebut kampung. Kampong adalah pusat kegiatan masyarakat yang membawa Anda lebih dekat dengan alam, leluhur dan dewa.

Arsitektur Mbaru Niang mewujudkan filosofi dan mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Way Rebo. Rumah adat ini merupakan bentuk keselarasan manusia dengan alam dan merupakan cerminan fisik kehidupan sosial suku Mangarai. Karena orang Mangarai menganggap lingkaran sebagai simbol keseimbangan, pola lingkaran ini berlaku di hampir semua bentuk fisik desa, mulai dari bentuk desa hingga rumah.

Mbaru Niang terdiri dari lima lantai yang ditutup dengan atap daun lontar dan ijuk. Setiap lantai memiliki fungsi tersendiri seperti tempat berkumpul, penyimpanan makanan, ibadah dan fungsi lainnya.

Waerebo, Finally I Did It.

Mbaru Niang berfungsi sebagai pemukiman keluarga dengan 6-8 kepala keluarga di setiap niang. Terdiri dari 5 lantai dan setiap lantai memiliki fungsi.

Lantai pertama disebut Lutur dan digunakan sebagai tempat tinggal dan berkumpul keluarga. Terbagi menjadi tiga bagian: ruang luar adalah ruang keluarga, ruang berpanel kayu adalah ruang keluarga, dan dapur di tengah lutur.

Rumah ini juga mengikuti prinsip leluhur yang sangat kuat dan tidak boleh menyentuh tanah. Arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minangkabau, seperti terlihat pada atap Niang Dangka atau Mbaru Niang yang menggabungkan dua tanduk menjadi satu.

Aktivitas masyarakat desa Way Rebo adalah sektor pertanian. Mereka menanam kopi, cengkeh dan bit. Di Desa Adat Weirebo, kegiatan perempuan meliputi memasak, membesarkan anak, menenun, dan membantu laki-laki di kebun.

Pesona Negeri Di Atas Awan Wae Rebo #diindonesiaaja

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat adat Way Rebo menggunakan mata air dari pegunungan. Mata air ini disebut paruh dan terbagi menjadi paruh jantan dan paruh betina.

Untuk menuju Way Rebo, Anda harus berkendara sejauh 6 km dari Desa Dintor menuju Desa Denge. Perjalanan dari Denge ke Way Rebo memakan waktu sekitar 3 jam, berjalan melalui daerah terpencil yang dikelilingi oleh hutan rimbun yang masih alami, menyeberangi sungai dan mendaki melintasi lembah.

Tidak ada jalan raya atau jalur untuk sepeda motor dan mobil untuk menuju Desa Wayrevo, jadi cukup berjalan 4 jam saja. Wisatawan yang terbiasa mendaki gunung tidak masalah membawa banyak barang bawaan.

Namun, bagi wisatawan yang belum pernah mendaki, disarankan untuk membawa lebih banyak atau membawa barang bawaan secukupnya saja agar tidak menjadi beban selama perjalanan, terutama karena jalurnya hanya berupa jalan setapak dan agak licin. Jika tidak ingin lelah mendaki dengan membawa banyak barang bawaan, Anda bisa menyewa jasa porter dengan harga Rp. 300.000 bergerak maju mundur.

Waerebo: Perjalanan Menuju Desa Terindah Di Indonesia

Anda tidak perlu membawa jas hujan saat musim kemarau agar barang bawaan Anda tidak berat, namun ada baiknya Anda membawa jas hujan saat musim hujan seperti sekarang ini. Jadi Anda aman dan tidak perlu basah kuyup saat bepergian.

Senter dan baterai cadangan mungkin tidak diperlukan selama perjalanan, terutama bagi mereka yang mulai mendaki di pagi hari atau saat matahari terbit. Bawa senter dan baterai cadangan. Akan sulit untuk menemukan jalan ke Desa Way Rebo setiap kali kabut menutupi pegunungan. Senter berguna pada malam hari ketika Anda tiba di Desa Weyrebo, terutama pada pukul 22:00 ketika listrik dimatikan untuk menghemat energi.

Penting untuk memakai sepatu sebagai pelindung kaki agar kaki Anda tetap aman untuk menghindari kecelakaan yang berbahaya. Berbeda dengan yang tidak suka sepatu, tidak masalah memakai sandal, namun disarankan memakai sandal gunung agar tidak lepas saat trekking.

Jangan lupa untuk membawa makanan ringan dan minuman karena di Desa Wayrebo tidak ada makanan ringan. Jika Anda suka makanan ringan, jangan lupa untuk membawanya. Jika Anda bisa mengambilnya dalam jumlah banyak, Anda bisa memberikannya kepada warga sekitar, terutama anak-anak. Persediaan air bersih juga tidak mencukupi, jadi bawalah minuman yang cukup untuk Anda dan kerabat.

Pesona Desa Wisata Wae Rebo Bikin Kagum

Jangan lupa membawa uang tunai karena kota ini jauh dari ATM. Jika Anda tidak memiliki uang tunai, bersiaplah untuk meminjam uang tunai dari teman. Anda perlu membawa uang tunai ke sini untuk membeli oleh-oleh di Kampung Wae Rebo dan membayar biaya menginap Anda sebesar Rp. 350.000 won per orang. Harga sudah termasuk makan malam dan sarapan pagi dengan nasi, ayam, sayuran dan pisang dengan kopi atau teh panas.

Sebelum memasuki desa, tamu harus berhenti di pos terakhir. Di sana, perwakilan kelompok diminta membunyikan gong sebagai tanda kedatangan tamu. Melihat postingan tersebut, terlihat ada 7 rumah.

Wae rebo terletak di, desa denge wae rebo, desa wae rebo terletak di, keunikan desa wae rebo, desa wae rebo, pulau pari terletak di, desa wisata wae rebo, desa wae rebo ntt, desa adat wae rebo, desa wae rebo flores, wisata labuan bajo terletak di pulau, perjalanan ke desa wae rebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 KANHA MEDIA