Informasi

Makam Bung Karno Di Blitar

Published on

Makam Bung Karno Di Blitar – MBK disingkat Makam Soekarno atau populer dengan sebutan Makam Bung Karno adalah rumah duka modern pertama di Republik Indonesia yang didesain dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan Joglo. Kompleks ini terletak di Bendgerit, Sananwetan, Blitar dan dibangun pada akhir 1970-an. Ratusan ribu peziarah mengunjungi makam setiap tahun, baik secara spiritual maupun politik.

Selama masa transisi ke Orde Baru, Soekarno, mantan presiden Republik Indonesia, berada di bawah tahanan rumah. Sukarno ingin dimakamkan di sebuah makam sederhana di dekat Istana Bogor.

Makam Bung Karno Di Blitar

Setelah kematian Sukarno pada 21 Juni 1970, Presiden Suharto memutuskan untuk menguburkannya di sebuah pemakaman umum di Blitar, Jawa Timur.

Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur

Dan surat kabar Merdeka, yang sebenarnya anti-Soeharto, menerbitkan editorial yang menyatakan bahwa Bung Karno ingin dimakamkan di Bandung.

Suharto kemudian menceritakan dalam otobiografinya bahwa keluarga besar Sukarno memiliki ketidaksepakatan atas situs pemakaman, dan ia memutuskan untuk menguburkan Sukarno di Blitar karena hubungan dekat dengan ibunya sepanjang hidupnya.

Sejarawan berpendapat bahwa lokasi makam Suharto diputuskan jauh dari Jakarta agar peziarah tidak terlalu dekat dengan pusat politik.

Pada tahun-tahun pertama setelah penguburan, banyak peziarah datang ke kuburan, sering mengambil sedikit kotoran dari kuburan, dan penjaga kuburan khawatir semuanya akan hilang, memaksa pemerintah untuk membatasi jumlah pengunjung. .

Rayakan Hari Kemerdekaan Ri Ke 77, Kapolres Blitar Kota Pimpin Ziarah Kebangsaan Ke Makam Bung Karno

Sekitar tahun 1977, nama Sukarno mulai dipulihkan oleh pemerintah Orde Baru, dan sebagai bagian dari proses ini, makam Blitar mulai dipugar, termasuk pembangunan makam.

Mausoleum dibuka pada tahun 1979 dan sekitar satu juta orang menghadiri upacara peresmian. Banyak keluarga Sukarno mengkritik pembangunan itu, dan menurut putra Sukarno, Guntur, pemerintah tidak berkonsultasi dengan keluarga tentang mausoleum itu.

Selain itu, pejabat tinggi pemerintah mulai mengunjungi makam dalam sorotan media, dengan 1,4 juta pengunjung pada 1980-an.

Setiap tahun pada peringatan kematian Sukarno, keluarganya (terutama Megawati Sukarnoputri, ketua PDI saat itu) akan mengumpulkan pengunjung ke kuburan untuk memprotes pemerintah Suharto, yang dapat dilaporkan oleh media pemerintah. Pada peringatan kematian Sukarno pada tahun 1995, sekitar 10.000 orang mengunjungi makam tersebut.

Potensi Wisata Kota Blitar “wisata Sejarah Makam Bung Karno”

Makam itu pada awalnya ditutup untuk membatasi jumlah peziarah, tetapi setelah jatuhnya Suharto dan naiknya Megawati ke posisi Presiden Republik Indonesia, jumlah peziarah dari seluruh Indonesia meningkat pesat.

Pada bulan Juni 2001 (satu bulan sebelum Megawati hadir), sekitar 25.000 orang mengunjungi makam dalam satu hari.

Iklim politik pada masa Orde Baru membuat makam tersebut tidak dapat digunakan sebagai objek wisata, namun pemerintah kota Blitar kemudian mempromosikan makam tersebut sebagai objek wisata untuk meningkatkan daya tarik wisata Blitar. dipulihkan atau dibangun.

Makam Sukarno sekarang menjadi objek ziarah politik, terutama bagi para politisi yang mencalonkan diri. Kategori ini juga termasuk calon presiden. Misalnya Megawati (Pilpres 2004), Joko Wod (Pilpres 2014), Prabowo Subianto (Pilpres 2019).

Makam Bung Karno, Jelajah Sejarah Saat Ziarah

Peziarah tipe kedua adalah peziarah spiritual, yang sebagian besar menganut agama Islam. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal, mengikuti tradisi orang Jawa berziarah ke makam orang-orang tertentu, seperti yang dilakukan Wali Songo. Untuk itulah, diperkirakan puluhan ribu orang mengunjungi makam Soekarno setiap tahun.

Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, pada tahun 2019 sekitar 1.500 pengunjung mengunjungi makam setiap hari, menjadikan kompleks itu sebagai objek wisata utama dan penggerak ekonomi lokal.

Sejak tahun 2017, Pemkot Blitar telah menetapkan tarif masuk makam sebesar Rp 3.000 per pengunjung, belum termasuk tiket masuk bus dan kendaraan pribadi.

Ini dibagi menjadi tiga bagian: halaman, teras dan paviliun / mausoleum. Ketiga pembagian tersebut didasarkan pada kepercayaan orang Jawa tentang tiga tahap kehidupan: janin, kefpan, dan kematian. Makam Soekarno sendiri bersebelahan dengan makam orang tuanya, dan di belakang nisan terdapat marmer hitam untuk mengenang karya Sukarno. Di sekitar kompleks terdapat banyak patung dan relief yang menggambarkan kehidupan Sukarno.

Panglima Tni Ziarah Ke Makam Bung Karno Kota Blitar.

Paviliun ini tingginya sekitar 15 meter dan memiliki atap tembaga bertingkat tiga yang dibangun dengan arsitektur Jawa. The Washington Post melaporkan pada 1979 bahwa pembangunan paviliun itu menghabiskan biaya $395.000.

Bangunan baru telah ditambahkan sejak tahun 2004, membentuk kompleks dengan Makam Bung Karno, Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Tim arsitek dipimpin oleh Pribadi Wodo dari Institut Teknologi Bandung dan Baskoro Tedjo (yang tidak mengenal kota kecil Kota Blitar di Jawa Timur). Ini bukan tentang kota, ini tentang sejarah yang mengelilingi kota itu. Blitar dikenal sebagai tempat kelahiran Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia. Soekarno. Tidak hanya itu, setelah kematiannya, jenazahnya dimakamkan di kota Blitar. Inilah yang membuat Kota Blitar begitu istimewa.

Tentunya hal ini mewajibkan Sobat Traveler untuk pergi ke Briter City untuk mengunjungi Museum Bueng Karno dan Makam Bueng Karno yang terletak di Jl. il. Soekarno no. 152 Distrik Sanan Wetham, Kota Briter. Destinasi wisata ikonik di kota Blitar, tempat ini sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak 5-10 menit dari Alun-Alun Blitar. Jika Sobat Traveler dari Kota Surabaya, waktu tempuh menuju Kota Blitar sekitar 4 jam. Mari kita lihat apa yang bisa kita lihat di museum ini.

Saat memasuki kawasan wisata Museum dan Makam Bung Karno, hal pertama yang menarik perhatian Anda dari luar adalah gong perdamaian besar yang digantung di halaman museum. Gong perdamaian dunia ini telah menjadi simbol dari sosok Iru. Sukarno sebagai politikusnya yang sangat sekuler. Pada masa kepemimpinannya, ia menjadikan Indonesia sebagai negara cinta damai yang tidak berpihak pada negara lain di dunia. Sekarang gong perdamaian ini menjadi tempat yang sangat menarik bagi yang ingin berfoto.

Pilkada Kota Blitar Berlanjut, Henry Yasin Ziarah Ke Makam Pangeranan Dan Makam Bung Karno

Tentu saja, ketika sahabat traveler berkunjung ke objek wisata ini, mereka tidak langsung memasuki pekarangan Makam Bung Karno. Sebelumnya, pintu masuk Friends Traveler langsung membawa Anda ke sebuah gedung megah dengan patung Ira. Sukarno duduk dengan sebuah buku. Bangunan ini merupakan kompleks museum sekaligus perpustakaan umum. Teman traveler bisa masuk ke halaman museum dan melihat salah satu Ir. Soekarno.

Untuk memasuki museum, Sahabat Traveler harus mengisi buku kunjungan pengunjung. Bangunan museum yang megah ini menyimpan beberapa koleksi mulai dari barang antik hingga foto dan lukisan. Salah satu jimat dari objek museum adalah lukisan yang menggambarkan Bung Karno, yang dadanya berdetak kencang. Percaya atau tidak, Sahabat Traveler bisa melihat detak jantung dari sisi lukisan ini. Gambar ini ditampilkan di sebelah meja depan agar Anda tidak tersesat.

Selain Bung Karno Kodo, masih banyak koleksi lainnya. Di antara mereka ada foto-foto yang sangat besar. Semua gambar ini menunjukkan aktivitas dan perjalanan Ir. Soekarno sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Selain foto dan lukisan, museum ini juga menampilkan mata uang, gong keluarga Bung Karno, koleksi perangko lama Bung Karno dan barang-barang pribadi lainnya.

Drum Karnot sudah bernama Pak Penyiar. Dialah dan Bun Hatta yang akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dan merupakan pemimpin Indonesia yang pertama dan paling diakui. Di museum ini, sesama pelancong juga bisa melihat eksposisi teks deklarasi yang telah beberapa kali diperbesar. Tentu saja, traveler bisa membacanya untuk membangkitkan semangat nasionalisme.

Pemkot Blitar Akhirnya Tutup Lokasi Wisata Makam Bung Karno

Museum dan Kompleks Makam Bung Karno tidak hanya menjadi tujuan wisata tetapi juga fasilitas umum. Sahabat traveller bisa menemukan gedung perpustakaan umum yang menyatu dengan gedung museum. Sayangnya, wisatawan tidak diperbolehkan berada di wilayah perpustakaan.

Perpustakaan ini memiliki koleksi buku yang sangat lengkap dalam semua mata pelajaran dan banyak siswa bahkan belajar di sini sepulang sekolah atau mencari referensi untuk tugas mereka di perpustakaan ini.

Ada juga bangunan panggung yang cantik dengan lantai bata merah dan bangku-bangku yang bisa menampung banyak orang di halaman gedung museum atau tepatnya di belakang gedung museum Teman Traveler. Tempat ini biasanya digunakan untuk pertunjukan musik dan seni budaya lainnya.

Teman Traveler keluar dari gedung museum menuju makam Bung Karno dan melewati area kolam dan air mancur dengan dinding bangunan dengan ukiran relief yang menceritakan kisah perjalanan hidup Bung Karno. Tempat ini juga bisa dijadikan sebagai spot foto yang menarik untuk teman traveling agar tidak bosan setelah belajar banyak di museum.

Museum Dan Makam Bung Karno #blitar

Makam Bung Karno yang berada di kawasan wisata ini bisa menjadi tujuan utama sahabat traveler. Untuk memasuki Makam Sahabat Pelancong, Anda harus mengisi daftar pengunjung di ruang keamanan di depan gerbang untuk memasuki kuburan. Dilarang memotret sembarangan oleh Sahabat Traveler di makam ini, terutama di bangunan utama Makam Bung Karno. Sebelum memasuki area makam untuk berziarah, sesama penumpang bisa membeli bunga ‘nyekar’ yang banyak dijual warga di depan gapura sebelum memasuki makam.

Perjalanan ke Museum dan Makam Bung Karno tidak lengkap tanpa oleh-oleh. Jangan khawatir. Banyak tempat wisata yang menjual berbagai kerajinan tradisional. Kalung, gelang, mainan anak-anak, tasbih, potongan kuda, t-shirt dan lainnya. Berbagai barang bisa dinegosiasikan dengan penjual untuk mencari harga yang sesuai dengan kantong teman traveling Anda.

Tag Tempat Wisata Sejarah Blitar Makam Bung Karno di Museum Blitar dan Museum Makam Bung Karno di Brita Siapa yang tidak mengenal Soekarno?

Hotel di blitar dekat makam bung karno, hotel sekitar makam bung karno, sejarah makam bung karno blitar, penginapan di blitar dekat makam bung karno, alamat makam bung karno blitar, hotel murah di blitar dekat makam bung karno, wisata makam bung karno blitar, hotel dekat makam bung karno, penginapan murah di blitar dekat makam bung karno, hotel blitar dekat makam bung karno, makam bung karno blitar, penginapan dekat makam bung karno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 KANHA MEDIA