Informasi

Bahasa Daerah Di Sumatera Utara

Published on

Bahasa Daerah Di Sumatera Utara – Antropologi adalah antropologi masa lalu dan sekarang yang menggambarkan orang melalui pengetahuan ilmu-ilmu sosial dan biologi (alam), serta humaniora. Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang berarti “manusia” atau “orang” dan logos “wacana” (berarti “berpikir”, “berpikir”) atau, secara etimologis, antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia. Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan menghargai Homo sapiens dan manusia sebagai spesies makhluk sosial dalam kerangka interdisipliner dan holistik.

Antropologi juga mengenal sub disiplin ilmu tersendiri yaitu: antropologi fisik dalam arti luas yaitu: paleo-antropologi dan antropologi fisik. Antropologi Budaya yaitu: Etnofilologi, Prasejarah dan Etnologi.

Bahasa Daerah Di Sumatera Utara

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang beribukotakan Medan di pulau Sumatera, berbatasan dengan provinsi Aceh. Suku bangsa Sumatera Utara sangat beragam, antara lain: Batak (Batak-Toba, Karo, Mandeling, Simalungun, Pak-Pak, Angola), Nias, Melayu, Tionghoa, Minankabau, Banjar, dll. Nama suku bangsa “Batak” tidak muncul sendiri, buku “hang tuah” edisi III terbitan Balai Pustaka (1956) menyebutkan bahwa kata “Negeri Batak” juga muncul (terkadang) di negara-negara Melayu. . sebelum munculnya Kesultanan Malaka). “Bataha” adalah salah satu kampung atau negeri di Siam, negeri asal orang Batak sebelum menjadi kepulauan Indonesia. Maka kata bataha berubah menjadi batak

Peta Sebaran Bahasa Daerah Di Indonesia

Koentjaraningrat membagi perkembangan ilmu antropologi menjadi 4 tahap sebagai berikut.

1. Mata pencaharian masyarakat Batak terutama bertani, beternak, nelayan dan kerajinan masyarakat sekitar Danau Toba. 2. Struktur Masyarakat Stratifikasi sosial orang Batak mungkin tidak terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita dapat mengklasifikasikannya berdasarkan 3 prinsip: perbedaan usia, pendidikan, materi (kekayaan).

3. Sistem religi Penyebaran agama di Sumatera Utara adalah sebagai berikut: Islam: Melayu, Pesisir, Minankabau, Jawa, Asini, Mandeling, Ankola, beberapa suku Karo, Simalungun dan Pakpak yang diterima oleh umat Kristen (Protestan dan Katolik): Suku Batak Toba, dari Karo, Simalungun dan Niaz. Agama Hindu: Dianut oleh Peranakan di perkotaan Agama Buddha: Dianut oleh Peranakan di perkotaan Parmalim: Dipraktikkan oleh beberapa suku Batak yang berpusat di Huta Tinggi Animisme: Masih dipraktikkan oleh suku Batak, yaitu Pebele dan Perhabonaron dan kepercayaan serupa tercakup.

4. Kesenian pada masyarakat Batak secara umum meliputi: Seni sastra: Seni sastra orang Batak meliputi sastra lisan dan sastra tulis, yang meliputi prosa, prosa lisan, dan puisi. Musik: Musik tradisional Batak hanya memiliki 5 nada. Tari: Seni tari (to-tor) sama-sama dihargai oleh semua orang Batak. Tari ditujukan untuk Tuhan dan orang tua. Tarian juga dapat memiliki nilai fisik untuk menyehatkan tubuh atau menampilkan gerakan yang indah.

Rumah Adat Sumatera Utara: Nama, Sejarah, Jenis, Gambar

Seni Konstruksi: Bangunan terbuat dari bahan yang biasa ditemukan di tanah Batak. Tempat tinggalnya terbuat dari kayu dengan tiang-tiang yang besar dan kuat. Atapnya terbuat dari ijuk dan dindingnya dari papan. Kerajinan tangan: Kerajinan ulos diasosiasikan dengan angka, warna dan struktur sosial keagamaan.

5. Bahasa Bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Indonesia, sebagian besar suku Melayu Delhi berbicara bahasa Indonesia Pantai Timur seperti Serdang Bedagai, Pangkalan Dodek, Batubara, Asahan dan Melayu Tanjung Bala menggunakan dialek Melayu “o” “as” juga di Labuhan Batu.Kabupaten Langkat dengan sedikit keragaman keragamannya masih menggunakan dialek “E” bahasa Melayu yang sering disebut Maya-Maya. Masyarakat Jawa di perkebunan menggunakan bahasa Jawa sebagai media kesehariannya. . komunikasi

Di Medan, orang Cina biasa berbicara bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. Orang Batak di pegunungan berbicara bahasa Batak yang terbagi menjadi empat dialek (Silidung-Samosir-Humbang-Toba). Bahasa Nias dituturkan di Kepulauan Nias oleh suku Nias, kota Sibolga di pantai barat, hub pusat Tapanuli, dan bahasa Minangkabau oleh orang Natal.

6. Upacara Adat a. Ritual Kematian Menurut tradisi Batak, orang yang meninggal diberikan perlakuan khusus, yang berpuncak pada upacara kematian adat. Ritual kematian tradisional diklasifikasikan menurut usia dan status almarhum, yaitu: mereka yang meninggal dalam kandungan (mate de bourtian) tidak menerima pengobatan tradisional (dikuburkan langsung tanpa peti mati). Meninggal di masa kanak-kanak (mate poso-poso) Meninggal di masa kanak-kanak (mate dakdanak) Meninggal di masa muda (mate bulung) Meninggal di usia dewasa tapi belum menikah (mate ponggol)

Rumah Adat Sumatera Utara: Nama, Jenis, Fungsi Dan Penjelasan

Apabila almarhum sudah menikah tetapi belum memiliki anak (mate di paralang-alangan/mate punu) dan masih memiliki anak yang masih kecil (mate mangkar) maka upacara adat kematian diisi dengan pengobatan yang lebih tradisional. Dewasa, ada yang menikah tapi tidak punya cucu (mate hatungganeon) punya cucu tapi punya anak yang belum menikah (mate sari matua) punya cucu tapi belum tentu semua anaknya (mate saur matua)

B. Upacara Pernikahan Mangaririt: Menurut standar pribadi dan keluarga, meminta hati atau memilih seorang gadis untuk calon istrinya. Mangalon Thanda: Ketika seorang pria bertemu dengan seorang wanita sebagai calon istrinya, itu menunjukkan bahwa keduanya saling menunjukkan. Marhusip : Musyawarah atau musyawarah antara wakil keluarga mempelai pria dengan wakil orang tua calon mempelai wanita mengenai besarnya mahar yang harus dibayar oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan.

Martumpol : Upacara perkawinan, tetapi secara harfiah martupol adalah ketika kedua mempelai mengikatkan diri di depan jemaat gereja dengan janji nikah. Marhata Sinamot: Perkenalan resmi antara orang tua laki-laki dan perempuan. Martonggo Raja : Orang tua kedua mempelai mengumpulkan seluruh anggota keluarga di rumah masing-masing

Marunjuk: Dalam masyarakat Batak Toba, ada dua jenis upacara perkawinan, yaitu alap dan sale. Paulak Une : Pengantin pria dan kerabatnya pulang bersama kedua mempelai beberapa hari setelah akad nikah, biasanya seminggu setelah pernikahan, agar kedua belah pihak bebas bertemu. Maningkir Tangga orang tua mempelai wanita: Dalam upacara ini para wanita mengunjungi rumah mempelai wanita dimana mereka berbagi makanan dan jambar bersama.

Provinsi Sumatera Utara

Untuk mengoperasikan situs web ini, kami mendaftarkan dan membagikan data pengguna dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie kami.

Liburan di sumatera utara, daerah di sumatera utara, bahasa di sumatera utara, bahasa daerah sumatera utara, universitas di sumatera utara, penginapan di sumatera utara, hotel di sumatera utara, nama bahasa daerah sumatera utara, loker di sumatera utara, wisata di sumatera utara, resort di sumatera utara, daerah wisata di sumatera utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2021 KANHA MEDIA